MEMORANDUM JABATAN ASINTEL PANGKORMAR, DEDIKASI LANJUT UNTUK KEKUATAN INTELIJEN KORPS MARINIR
TNI Angkatan Laut, Dispen Kormar, (Jakarta). Estafet kepemimpinan di jajaran intelijen Korps Marinir kembali bergulir. Kolonel Marinir Teguh Santoso secara khidmat menyerahkan tugas dan tanggung jawab jabatan Asisten Intelijen (Asintel) Panglima Korps Marinir kepada Brigadir Jenderal TNI (Mar) Nanang Saefulloh, S.E., M.M., dalam prosesi memorandum yang digelar di ruang Rapat Staf Intelijen Korps Marinir, Kesatrian Ali Sadikin, Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun No. 40 Jakarta Pusat. Selasa (09/09/2025).

Memorandum jabatan merupakan tradisi penting di lingkungan Korps Marinir yang dilaksanakan sebelum serah terima jabatan resmi. Kegiatan ini menjadi sarana penyampaian laporan dan evaluasi dari pejabat lama kepada pejabat baru, sehingga kesinambungan kepemimpinan dapat terjaga dan program kerja yang telah direncanakan tetap berjalan secara berkesinambungan.

Dalam paparannya, Asintel Pangkormar menyampaikan berbagai capaian bidang intelijen yang berhasil diwujudkan selama masa pengabdiannya. Ia juga menjelaskan sejumlah program prioritas, langkah evaluasi, serta tantangan yang perlu menjadi perhatian pejabat penggantinya di masa mendatang.

Pejabat lama tidak lupa memberikan apresiasi kepada jajaran staf intelijen Korps Marinir. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas tidak lepas dari dedikasi, kerja sama, dan loyalitas seluruh prajurit dan pegawai yang senantiasa bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab demi mendukung tugas pokok Korps Marinir.

Sementara itu, Brigjen TNI (Mar) Nanang Saefulloh, S.E., M.M., menyampaikan tekadnya untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan program yang telah dirintis pejabat sebelumnya. Ia menegaskan bahwa bidang intelijen memegang peranan vital dalam mendukung pengambilan keputusan strategis, sehingga dituntut untuk selalu cepat, akurat, dan adaptif terhadap perkembangan situasi.

Lebih lanjut, Brigjen Nanang menekankan bahwa tantangan intelijen ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan profesionalisme, soliditas, serta sinergi dengan satuan-satuan lainnya agar Korps Marinir dapat senantiasa berada pada kesiapsiagaan optimal menghadapi berbagai bentuk ancaman.
