DANKORMAR
MAYJEN TNI (MAR) H. MOH. ANWAR
H. Moh. Anwar Kusumahatmaja (1 Oktober 1925 – 12 Oktober
1999) adalah Komandan Korps Marinir ke-5 (dulu KKO) dari tahun 1971 hingga
1977. Hal penting lainnya dalam kepimpinannya adalah sejak tanggal 15 November
1975 nama Korps Komando (KKO AL) secara resmi diubah menjadi Korps Marinir
didasarkan SK KSAL Skep/1975/XI/1975. Sebagai tindak lanjutnya Mayjen KKO Moh.
Anwar mengeluarkan SK No. Skep/01/1/1976 tentang pokok-pokok organisasi dan
prosedur komando pelaksana (Kolak) Korps Marinir dan peresmiannya dilaksanakan
tanggal 11 Maret 1977. Selain itu Korps Marinir juga terlibat dalam beberapa
operasi bhakti, operasi pengamanan dalam negeri dan operasi tempur dan
teritorial di Timor Timur sejak tahun 1976.
Karier militer
Jenjang pendidikan awalnya di HIS Tegal tahun 1940 setelah
lulus melanjutkan ke MULO tahun 1942 dan tidak tamat karena kedatangan bala
tentara Jepang di Indonesia. Tahun 1943 melanjutkan ke sekolah pertukangan
bagian Kapa, Krier militernya di awali pada tanggal 11 Desember 1945 menjadi
anggota BKR Laut Tegal dan dididik di Kadet School Corps Marinier Pangkalan IV
Tegal. Pendidikan dasar yang berhasil di tempuh antara lain tahun 1951 KUTB I,
tahun 1952 KUTB I, tahun 1953 menempuh pendidikan Off Basic School di USA
dilanjutkan tahun 1961 menempuh pendidikan di Auph Warfare School (USMC) dan
terahkir menempuh pendidikan Command and General Staff College (USA) tahun
1966. Pada tanggal 6 Desember 1971, Brigadir Jenderal KKO Moh. Anwar diangkat
secara resmi sebagai Komandan KKO AL yang sebelumnya menjabat Kaskormar.
KKO AL
Pada masa kepemimpinannya KKO AL tengah mengalami masa-masa
paling sulit akibat kesulitan dana dalam situasi perekonomian negara yang
sangat parah pada masa itu. Dampak masalah pembiayaan, perawatan dan pembinaan
personil maupun pengadaan material KKO AL mengalami hambatan. Guna mengatasi
masalah tersebut pimpinan KKO AL melakukan perombakan dan penyerdahanaan
organisasi KKO AL antaralain, membubarka melikuidasi beberapa batalyon KKO AL
yang ada Yon 6, Yon 7 dan 10 diwiliyah barat (Jakarta) dan Yon 7, Yon 9
diwilayah timur (Surabaya). Dampak lainya adalah dinonaktifkan beberapa
material KKO AL karena kelangkaan suku cadang dan keterbatasan dana untuk
perawatan guna mengatasi masalah material diambil kebijaksanaan mengganti
senjata dan amunisi (M-16A1) sesuai dengan telegram Kasal No. 388/KKO/2972
tanggal 16 Desember 1972.
Tahun 1973 Mayor Jenderal KKO Moh. Anwar meresmikan dan
mengirim beberapa anggota pasukan KKO AL sebagai anggota Kontingen Garuda IV di
Vietnam. Kemudian tanggal 15 Januari 1979 pasukan Korps Marinir kembali
melaksanakan tugas pengamanan kota Jakarta dama peristiwa MALARI tahun 1974.
Mohammad Anwar wafat pada tanggal 12 Oktober 1999 dan
dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.
Tanda Jasa
Selama hidupnya, beliau mendapatkan tanda kehormatan baik
dari dalam maupun luar negeri, diantaranya;
Bintang Gerilya. Bintang Jalasena Pratama. Bintang Jalasena
Nararya. Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia. Satyalancana
Kesetiaan 24 Tahun. Satyalancana Perang Kemerdekaan I. Satyalancana Perang
Kemerdekaan II. Satyalancana G.O.M I. Satyalancana Saptamarga. Satyalancana
Satya Dharma . Satyalancana
Wira Dharma. Satyalancana Dwidya Sistha. Satyalancana Penegak. Satyalancana
Yuda Tama KKO ALRI (Kelas I)
Jabatan Militer
Danyon 3 KKO AL (1962)
Danpusdiklat KKO AL (1966-1968)
Kaskormar (1971)
Komandan KKO AL (1971-1977)
